Ivandhana

I am a Writer

Profil

Ivandhana adalah seorang personal productivity coach dan corporate coach. Beliau telah banyak bekerja secara intensif bersama beberapa perusahaan multinasional sebagai coach dan trainer. Ivan telah berpengalaman dalam memberikan pelatihan selama lebih dari 1500 jam dan sekitar 4000 peserta dengan pendekatan training dan coaching dengan beragam topik, mulai dari leadership, komunikasi, productivity hingga topik-topik pengembangan diri.

Me

Skill

Beberapa kemampuan yang saya miliki adalah.

Training Delivery 90%
Training Design 85%
Coaching 90%
Communication Skills 90%

In House Training

Program training in house sesuai dengan kebutuhan organisasi

Public Training

Program training yang dibuka untuk publik dengan berbagai macam materi mulai dari leadership, negotiation skill, communication skill dan lainnya

Coaching

Sesi one on one coaching atau group coaching untuk membahas berbagai hambatan didalam organisasi maupun kehidupan pribadi

Learning Designer

Pembuatan program pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan setiap individu di organisasi

Mentoring Public Speaking

Program mentoring untuk meningkatkan keberanian dan kemampuan dalam menyampaikan gagasan di depan umum

Potential Genetic Consultant

konsultasi potensi genetik manusia dengan menggunakan metode Stifin Fingerprint

0
Project Training
0
Institusi
0
Total Peserta
0
Jam Mengajar
Tampilkan postingan dengan label Impian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Impian. Tampilkan semua postingan
  • Keinginan dan Motivasi yang kita butuhkan


    Keinginan seringkali dapat menjadi bahan bakar yang tepat untuk menggerakkan seseorang menuju tujuannya, walaupun lingkungan seakan tak mendukung orang tersebut untuk menggapai apa yang diingankannya.  

    Chris Gardner adalah seorang pria kelahiran Milwaukee, Amerika Serikat 9 Februari 1954. Pria bernama lengkap Christopher Gardner ini tumbuh menjadi sosok laki-laki yang hanya diasuh oleh sang ibu sejak bayi.  Di usia yang terbilang cukup muda, Chris berhasil mengembangkan Gardner Rich & Co yaitu sebuah konsultan pengelolaan saham di amerika yang cukup terkemuka. Di tahun 2006 Chris memutuskan untuk menjual sahamnya di Gardner dengan nilai mencapai jutaan dollar. Setelah melakukan hal tersebut, ia kemudian menjadi pendiri sekaligus CEO dari Christopher Gardner International Holding yang berlokasi di New York, Chicago dan San Fransisco.

    Chris sangat pandai memanfaatkan kesempatan. Kemampuannya dalam melihat peluang  membawanya untuk melakukan dialog dengan Nelson Mandela dan mencari tahu mengenai kemungkinan investasi di wilayah Afrika Selatan. Hasilnya, ia berhasil menanamkan investasi di Afrika Selatan dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi ratusan mayarakat Afrika Selatan

    Kisah kesuksesan seorang Chris Gardner sendiri sebenarnya dibangun dari pengalaman masa kecil yang penuh permasalahan. Ia pernah mengalami semua hal yang menyakitkan dalam hidupnya, mulai dari dianiaya oleh ayah tiri, ditinggal sang istri, ditangkap polisi hingga kesulitan membayar hutang-hutangnya. 

    Kala Chris masih kecil, sang ibu bekerja sebagai guru dan mengambil 3 pekerjaan sambilan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Chris sempat tinggal berpindah-pindah di rumah saudara hingga di panti asuhan. Ia kemudian sempat menuntut ilmu di sebuah sekolah militer Amerika Serikat.

    Chris bukanlah seorang pebisnis sukses yang memiliki pendidikan yang tinggi. Namun ia selalu berusaha belajar dan memotivasi dirinya sendiri untuk menjalankan hidup secara lebih baik lagi dari hari kemarin. Keinginan untuk mengentaskan hidupnya dari kemiskinan akhirnya memunculkan motivasi yang kuat dan menggerakkan dirinya untuk melakukan usaha yang lebih dibanding orang lain disekitarnya. Akhirnya kesuksesan pun didapatkannya.

    Maka, bila saat ini kita merasa kurang termotivasi dalam menjalani segala aktifitas kita dan mengalami kesulitan untuk membangun motivasi yang dibutuhkan, segera temukan hal besar yang ingin dicapai dalam kehidupan kita. Karena dari hal besar itulah kita akan menemukan motivasi terbesar yang akhirnya mampu menggerakkan diri kita untuk mengeluarkan usaha yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan kita

  • KEBERHASILAN = KEPANDAIAN atau KETEKUNAN?


    Namanya adalah Sayaka, saat kecil cita-citanya adalah memiliki teman. Cita-cita ini muncul bukanlah tanpa alasan. Dulunya, dia sering dibully dan tidak memiliki teman sehingga sering berpindah sekolah. Suatu hari, Sayaka melihat segerombolan siswi dan tertarik dengan seragam yang mereka gunakan. Ternyata seragam yang dikenakan adalah seragam sekolah swasta khusus untuk anak perempuan. Melihat ketertarikan anaknya, sang ibu pun memasukkan Sayaka ke sekolah tersebut dan meminta Sayaka untuk bersenang-senang. Maka Sayaka pun menghabiskan waktu di sekolah untuk berteman dan bersenang-senang.

    Namun ternyata Sayaka justru terlalu berlebihan dalam bersenang-senang. Saat SMA, Sayaka masuk di kelas yang berisi kumpulan siswi dengan peringkat terbawah di sekolahnya. Selain itu, Sayaka kerap membuat masalah yang membuat dirinya sering terkena hukuman skors dan terancam drop out 
    Menyadari masa depan anaknya terancam suram, sang ibunda pun akhirnya meminta Sayaka untuk mengikuti bimbingan belajar persiapan masuk universitas. Dari hasil tes penempatan bimbingan belajar ternyata diketahui bahwa Sayaka hanya memiliki kemampuan akademik setara kelas 4 SD.

    Meski begitu, Guru Bimbel Sayaka meminta Sayaka untuk tetap optimis dan berjuang masuk salah satu Universitas terbaik di Jepang. Sayaka pun memilih Universitas Keio, universitas swasta terbaik di Jepang.

    Perjuangan Sayaka untuk masuk Universitas Keio tidaklah mudah. Dia harus mengejar ketertinggalannya. Di sekolah, Sayaka berada di ranking terbawah dengan nilai standar deviasi 30 sementara yang masuk Keio biasanya memilki nilai standar deviasi 70. Melihat kondisi Sayaka ini, sang ayah justru mengejeknya dan meyakini bahwa Sayaka tak akan bisa diterima di universitas Keio. Sayaka pun makin termotivasi untuk membuktikan diri kepada orang tuanya bahwa dia bersungguh-sungguh dengan tujuannya. Walaupun memiliki banyak keterbatasan, namun akhirnya Sayaka berhasil lulus tes Universitas Keio di Jepang dengan ketekunannya.

    Ketekunan adalah sesuatu yang menggerakkan kita menuju kesuksesan dengan lebih efektif ketimbang sebuah kepandaian. Mengapa demikian? Karena orang-orang yang pandai, biasanya cenderung tidak sabar dalam menjalani proses yang dibutuhkan. Kepandaian yang dimiliki terkadang membuat mereka merasa seharusnya mudah untuk mendapatkan sesuatu. Maka, setiap kendala atau permasalahan didalam proses menuju apa yang ingin mereka dapatkan tersebut akan cenderung membuat mereka mudah menyerah.

    Dan begitu pula sebaliknya dengan Sayaka dalam kisah diatas, menyadari bahwa dirinya kurang pandai membuat dia mengerahkan upaya semaksimal mungkin untuk mengimbangi kekurangannya tersebut. Hal ini mendorong motivasinya untuk berusaha lebih keras dan lebih tekun menjalani proses di tengah keterbatasan yang dimilikinya sehingga akhirnya keberhasilan pun mampu dia dapatkan

    Maka, tidak perlu merasa risau jika hari ini kita merasa belum pandai, karena yang terpenting sesungguhnya bukanlah kepandaian yang kita miliki, melainkan ketekunan yang kita tunjukkan dalam proses menuju keberhasilan yang kita dapatkan

  • PERJUANGAN yang Menopang KESUKSESAN


         Kesuksesan itu sama seperti gunung es. Hanya sebagian kecil saja yang terlihat di puncaknya. Sedangkan di bawah puncak tersebut sebenarnya tersimpan bongkahan es yang jauh lebih besar namun tak terlihat. Seringkali kita hanya mampu melihat kesuksesan seseorang dari apa yang terlihat atau hasil pencapaiannya, namun dibalik itu sebenarnya tersimpan proses persiapan didalam mencapainya yang jauh lebih besar dan berliku namun jarang kita lihat.

         Kemarin saya baru saja selesai menonton film Rudy Habibie di salah satu bioskop di Jakarta. Jika di film pertamanya lebih banyak dibumbui kisah asmara, maka di fim kedua ini menggambarkan perjuangan seorang Rudy Habibie muda dalam memperjuangkan impiannya di Jerman yang tentu saja dengan beragam tantangan. Untuk tau lebih jelasnya rekan-rekan bisa saksikan secara langsung di bioskop karena tidak akan saya bahas di tulisan saya kali ini. Khawatir nantinya menjadi spoiler. hehe 

         Selama ini kita hanya melihat seorang Habibie dari keberhasilannya sebagai insinyur pesawat kebanggaan Indonesia sekaligus presiden Indonesia yang ketiga. Tidak ada yang meragukan kecerdasan beliau karena dari tangan beliau lah bisa tercipta pesawat N-250 buatan Indonesia yang pertama kalinya. Banyak orang yang terinspirasi dari kisah sukses dan beragam pencapaian beliau yang akhirnya membuat beliau menjadi panutan bagi jutaan warga Indonesia. 

         Namun, kita harus menyadari bahwa setiap kisah kesuksesan seorang BJ Habibie sebenarnya juga dibangun dari kisah pahit, masalah dan beragam kesedihan yang akhirnya menempa dan mengantarkan beliau menuju kesuksesannya. 

         Banyak orang yang ingin sukses namun mereka tidak pernah mempersiapkan diri untuk melewati prosesnya yang penuh liku. Itu sebabnya sukses yang mereka inginkan itu jarang berujung pada kenyataan. Bukan karena mereka tidak tau caranya sukses, namun karena mereka tidak benar-benar mempersiapkan diri untuk melewati proses yang dibutuhkan menuju kesuksesan tadi. 

       Saya beberapa kali bertemu dengan orang-orang yang punya potensi besar, semangat dan antusiasme yang meluap-luap untuk membuat perubahan bagi lingkungan sekitarnya, namun ketika dihadapkan dengan permasalahan keseharian, dia jadi sangat sibuk dengan beragam kendala tersebut sehingga akhirnya merasa terbeban dan pesimis sehingga akhirnya berhenti memperjuangkan potensi dan semangatnya yang akhirnya membuat kehidupannya jadi biasa-biasa saja. 

       Saya juga sering bertemu dengan peserta seminar bisnis dan seminar kesuksesan. Sesudah mengikuti seminar, aura semangat untuk bisa sukses selalu terpancar dalam diri mereka. Namun berapa persen dari peserta training tersebut yang akhirnya benar-benar bisa sukses? Bisa dibilang cukup minim karena ketika benar-benar dihadapkan dengan permasalahan dalam proses menuju kesuksesan tersebut, banyak yang akhirnya menyerah dan berhenti berjuang. Itulah yang menyebabkan akhirnya banyak peserta seminar kesuksesan yang justru tidak sukses. 

         Yang harus senantiasa kita ingat adalah bahwa kesuksesan itu hanyalah ujung kecil yang terlihat layaknya puncak gunung es dan dibalik kesuksesan tersebut ada banyak kesulitan yang menopangnya layaknya dasar dari gunung es yang terbenam di air yang walau tak terlihat namun harus dihadapi. 

       Bagi saya, sebuah kesuksesan adalah ujung kecil yang terlihat manis. Namun untuk memperolehnya membutuhkan perjuangan besar yang tidak semua orang siap menghadapinya. Itulah yang akhirnya membedakan antara orang yang ingin sukses dengan orang yang benar-benar akan sukses, yaitu kesiapan untuk menghadapi beragam permasalahan dalam proses menuju kesuksesan...
  • IMPIAN dan KUNCI KEBAHAGIAAN


         Masih ingatkah kita tentang cita-cita atau impian masa kecil? Mungkin impian menjadi dokter, polisi, tentara pernah singgah di benak kita. Seiring berjalannya waktu dan disebabkan oleh berbagai faktor, impian masa kecil kita makin lama makin kandas dan menghilang tak berbekas yang akhirnya membuat kita menjalani kehidupan yang jauh berbeda.

         Beberapa kali, di tengah sesi training yang saya jalankan, saya bertanya kepada peserta tentang apa impian mereka. Rata-rata peserta training yang saya tanya terkesan agak sulit untuk menjawab pertanyaan tersebut. Hal berbeda ketika saya mencoba bertanya kepada anak-anak usia TK atau SD. Anak-anak tersebut seakan memiliki semangat dan antusiasme untuk menjawabnya. Kondisi ini tentunya sangat disayangkan, karena bagi saya pribadi dengan memiliki impian sebenarnya kita memiliki modal awal untuk mencapai apa yang jadi tujuan kita dan selangkah lebih dekat untuk mendapatkan kesuksesan yang kita impikan

          Saya pernah membaca suatu kutipan yang mengatakan bahwa “impian adalah nyawa sebuah kesuksesan”. Bagi saya, dengan memiliki impian, hidup kita akan jadi lebih terarah dan kita memiliki tujuan didalam kehidupan. Namun pengalaman saya beberapa waktu lalu ketika membaca salah satu hasil survey tentang impian ternyata membuka pandangan saya lebih luas, yaitu impian tidak hanya merupakan nyawa dari kesuksesan, melainkan juga merupakan salah satu faktor pemicu lahirnya kebahagiaan.

          Survei dari Global Dreams Index Survey tahun 2016 mengungkapkan bahwa separuh populasi perempuan di dunia menyerah akan mimpi-mimpi mereka dan tidak puas atas kehidupan yang mereka jalani saat ini. Dari hasil survei terhadap 5.400 perempuan di 14 negara, 3 dari 5 perempuan tidak mengejar mimpi atau pun tidak puas dengan kehidupan mereka. Bahkan di Asia, banyak perempuan yang kurang puas dengan kehidupan saat mereka tumbuh dewasa.

         Ada beberapa kendala utama dalam mewujudkan mimpi masa kecil para perempuan Indonesia, yaitu terbatasnya dukungan finansial, rasa takut untuk keluar dari zona nyaman, dan takut untuk tidak mencapai definisi sukses pada umumnya. Namun, uniknya sebanyak 82 persen perempuan di seluruh dunia yang mengejar mimpinya merasa telah puas dengan hidupnya dan mereka sangat yakin dengan definisi sukses secara personal, yaitu melakukan sesuatu yang dicintai.

           Artinya seseorang yang memiliki impian yang sedang maupun telah selesai diperjuangkan memiliki kemungkinan lebih besar untuk hidup lebih bahagia ketimbang orang-orang yang tidak pernah membuat impian semasa hidupnya. Mengapa bisa demikian? pernahkah rekan-rekan merasa menjalani rutinitas yang hanya itu-itu saja cenderung membuat diri kita bosan? Apakah rasa bosan tersebut bila kita biarkan mampu menumbuhkan kebahagiaan? Tentu tidak, bukan? Nah, penjelasan sederhananya bagi saya seperti itu.

           Ketika kita hidup tanpa impian ataupun tujuan, kita akan cenderung menjalani hidup sekadarnya saja sehingga terkesan monoton yang efeknya akan menimbulkan rasa bosan, hidup datar dan perasaan kurang bahagia. Sebaliknya, mereka yang memiliki impian cenderung memiliki kehidupan yang menantang karena mereka akan terus terpacu untuk mengeluarkan usaha dalam upaya menggapai impiannya. Inilah yang membuat hidup mereka jadi menarik dan berwarna yang akhirnya akan meningkatkan potensi kebahagiaan didalam hidup mereka.


    Jadi, yuk kita bermimpi sembari terus berupaya meraihnya agar kita mendapatkan kebahagiaan kita.


    ingin ngobrol langsung dengan saya? silahkan follow twitter/ Instagram/path : @ivandhana dan facebook : @ivandhana

  • IMPIAN, KEYAKINAN dan USAHA YANG KITA KELUARKAN


         Impian adalah bahan bakar utama yang akan senantiasa menggerakkan kita untuk terus memacu diri demi mencapai sesuatu yang kita inginkan. Tanpa impian, seorang manusia akan mudah kehilangan arah dan kesulitan untuk mendapatkan pencapaian yang besar didalam kehidupannya. Namun hanya memiliki impian saja tidak menjamin kita akan mendapatkan pencapaian yang maksimal didalam kehidupan, karena sesungguhnya juga dibutuhkan keyakinan yang cukup dan usaha yang selaras agar kita benar-benar mampu mengarahkan diri kita menuju setiap impian yang ingin kita wujudkan

         Sekitar 6 tahun lalu, saya pernah menuliskan impian saya untuk berkeliling menjelajah 6 pulau terbesar di indonesia mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Ketika itu, saya masih ingat sekali bahwa kondisi saya masih penuh dengan keterbatasan. Menjalani kuliah dengan biaya sendiri, menjadi penjelajah papan informasi di kampus untuk mencoba mendapatkan info beasiswa disana sini dan mencari beberapa alternatif penghasilan tambahan menjadi fokus saya sepanjang hari.

         Pada waktu itu, yang saya pikirkan hanyalah saya memiliki keinginan yang kemudian saya tuliskan di selembar kertas walaupun kondisi ketika itu serasa belum memungkinkan untuk keinginan saya bisa terwujud. Sebenarnya saya sendiri juga tidak yakin apakah keinginan saya itu akan benar-benar terwujud, yang saya tau hanyalah diri saya memiliki keyakinan tentang impian yang benar-benar ingin saya wujudkan dan kalaupun tidak terwujud, maka tidak masalah toh menulis dan membuat impian itu tidak mengharuskan diri kita untuk membayar. 

          Tanpa saya sadari, impian yang saya tuliskan itu membekas kuat didalam pikiran saya setiap harinya yang berubah menjadi sebuah keyakinan dan menggerakkan tubuh saya untuk mengeluarkan usaha yang dibutuhkan. Keyakinan yang saya miliki seakan menggerakkan alam disekitar saya untuk menciptakan faktor "X" yang membantu saya mencapai apa yang memang saya impikan. saya merasa seperti ada "Invisible Hand" yang membantu mengarahkan pemikiran, usaha dan lingkungan disekitar saya menuju impian saya.

    Hari ini sudah 6 tahun berlalu, tanpa saya sadari impian saya dulu sudah nyaris terwujud seluruhnya. Pulau sumatra, jawa dan bali sudah saya datangi ketika saya menjalani semester akhir perkuliahan. Pulau Kalimantan menjadi tempat penjelajahan saya ketika baru bekerja selepas lulus kuliah dan beberapa bulan lalu, pulau sulawesi jadi tempat yang saya kunjungi berikutnya. Yang luar biasa bagi saya adalah untuk menuju ke semua pulau tersebut saya sama sekali tidak mengeluarkan dana pribadi.

    Apa akhirnya yang saya pelajari saat ini dari pengalaman saya diatas? 

    Saya pernah membaca sebuah buku yang menjelaskan tentang Hukum The Law of Attraction yaitu hukum tarik menarik yang ada di alam. Ketika pikiran kita benar-benar fokus pada sesuatu, maka sesungguhnya alam akan merespon pikiran kita. Tinggal kitanya yang kemudian memilih apakah mengarahkan pikiran kita kearah yang positif atau kearah yang negatif. Dan bagi saya menulis dan membuat impian akan membantu mengarahkan pikiran dan keyakinan kita kearah yang positif sehingga usaha yang kita keluarkan jadi lebih positif dan pada akhirnya hasil yg didapatkan juga akan positif.


  • Impian dan Pembelian barang di pusat perbelanjaan


           Pernahkah rekan-rekan pembaca menuju sebuah pusat perbelanjaan atau mall namun belum tau stan atau penjual yang ingin dikunjungi di pusat perbelanjaan tersebut? Atau bahkan mungkin pergi menuju pusat perbelanjaan dengan membawa sejumlah uang namun belum tau barang apa yang akan dibeli setibanya disana? Kira-kira apa yang akan terjadi disana? Beberapa diantara kita pasti berpendapat bahwa kita akan berjalan-jalan memutari pusat perbelanjaaan tersebut sembari mencari dan memperkirakan barang apa yang ingin dibeli bukan? Kira-kira berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk menemukan barang yang mau kita beli tersebut? Bisakah rekan-rekan memperkirakannya?

           Nah sekarang mari kita bandingkan dengan rekan-rekan memiliki sebuah barang yang ingin dibeli dan selanjutnya mencatat barang yang akan dibeli tersebut. Setelah memegang sejumlah uang yang diperlukan, lalu rekan-rekan pergi ke pusat perbelanjaan atau mall untuk membeli barang yang diinginkan tersebut. Pertanyaan saya selanjutnya adalah, berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk menemukan barang yang ingin kita beli di mall tadi? 

           Lebih cepat mana kita nantinya akan mendapatkan barang yang kita inginkan? Dalam kisah pertama atau kisah kedua? Tentunya relatif lebih cepat dalam kisah kedua bukan? Mengapa kita akan jadi lebih cepat mendapatkan barang yang kita inginkan di kisah kedua? Karena sejak awal kita sudah tau barang yang ingin kita beli, sehingga ketika kita telah memiliki dana atau kesempatan untuk membelinya maka kita akan jadi lebih cepat dalam memperoleh barang tersebut. Sekarang bandingkan kembali dengan apabila kita tidak tau barang apa yang ingin kita beli sejak awal walaupun kita sudah memiliki sejumlah uang. Yang akan terjadi selanjutnya adalah kita akan memutar-mutar di pusat perbelanjaan untuk mencari barang yang kita beli dan kemudian kita akan cenderung membeli barang yang kita inginkan walaupun itu belum tentu kita butuhkan setibanya di rumah nanti.

           Kisah pengalaman diatas inilah yang kemudian membuat saya merasakan pentingnya kita merumuskan impian kita dengan jelas saat ini. Mungkin masih ada beberapa orang di luar sana yang merasa bahwa merumuskan dan menuliskan impian kita dengan jelas itu tidak memiliki efek yang berarti dalam hidupnya. Namun, bagi saya menuliskan impian itu tetaplah menjadi sesuatu yang penting. Selain karena pengibaratkan yang sudah saya ceritakan diatas, juga dikarenakan manusia memiliki sifat yang pelupa. Sehingga ketika kita sedari awal tidak menuliskan impian kita dengan jelas, kita akan cenderung lupa di tengah rutinitas kita sehingga kemudian kita kehilangan arah yang ingin kita tuju dan capai sehingga kemudian terkesan menjalani kehidupan sekedarnya saja. 

    Jadi, bagi rekan-rekan pembaca yang ingin memiliki hidup yang lebih terarah dan tidak sekedar menjalani saja, jangan lupa untuk menuliskan setiap impian rekan-rekan. karena bagi saya pribadi, “Impian atau harapan adalah sebuah doa dalam bentuk keseharian yang akan senantiasa meneguhkan hati dan pemikiran”

  • Quotes For You

    Kesalahan adalah bahan bakar utama untuk sebuah pembelajaran ~ivandhana~

    ADDRESS

    Jl Smapal No 53, Serpong, Tangerang Selatan

    EMAIL

    ivandhana@yahoo.com
    ivandhana@bambubiru.com

    TELEPHONE

    +201 478 9800
    +501 478 9800

    MOBILE

    08990567176
    017 775362 13